Mengapa anak-anak kita degil?!!

” Anak adalah tuan selama tujuh tahun, pelayan selama tujuh tahun, dan wazir(wakil/pembantu) selama tujuh tahun”; Rasulullah Saw.
Pada tujuh tahun pertama ia memerlukan kasih sayang, dan pada tujuh tahun kedua ia dapat dimanfaatkan dan diberi pelajaran serta ditanamkan benih benih aktiviti yang baik pada keperibadiannya.
Ketika ia menginjak usia baligh, ia menjadi wazir(wakil/partner) ayahnya. Pada setiap tempoh terebut ia senantiasa memerlukan kasih sayang, tapi dengan cara yang berbeza-beza.
Bagaimana orang tua boleh melakukan komunikasi yang efektif dengan pikiran bawah sadar anak?
Ikuti kelas ScM Parenting kami.
Antara pengisian penting untuk peserta:
ScM Parenting merupakan teknik pola asuhan yang bekerja secara langsung pada alam bawah sadar anak. Ibu bapa akan melakukan pola tersebut tanpa paksaan.
• Orang tua bertindak seperti remote control yang mendidik anak secara bertahap.
• Terjadi komunikasi menggunakan tenaga bawah sadar untuk mempengaruhi rakaman bawah sadar anak.
• Tindakan dan tingkah laku budak-budak masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah diprogram oleh orang tuanya.
• Fikiran anak kecil adalah ibarat span yang sangat mudah menyerap. Apa pun yang terdengar, terlihat dan terasa akan terus dicerna ke dalam minda mereka.
• Orang tua menanamkan saranan dan afirmasi yang sesuai dengan keperluan anaknya, terus ke alam bawah sedar mereka.
Persiapan untuk ibu bapa:
• Fahami sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga tidak melakukan saranan yang bertentangan dengan sifat mereka.
• Pilih kata-kata yang akan diucapkan. Fokus kepada kata-kata yang positif dan hindari kata-kata negatif seperti “nakal’, “degill”, ” “susah”, “bodoh”, dan sebagainya.
• Mampu mencermin diri dan memberi contoh baik pada anak.
• Fahami dengan betul konsep dasar ScMparenting. Tidak sekedar mengetahui. Hindari tindakan tidak sepenuh hati atau tidak rela.
• Bekerja sama dengan anak mengenai cara menerapkan ScM Parenting dengan konsisten.
• Setiap orang punya kesalahan. Orang tua harus menyedarinya hakikat ini agar tidak selalu menyalahkan anak-anak.
• Ingat, yang bicara adalah bahasa batin. Anak tidak peduli orang tua bicara dalam bahasa apa, tetapi saat orang tua meniatkan maksud fikirannya, itulah yang tertangkap oleh mereka. Bahkan janin dalam rahim ibu dapat memahami kata-kata ibunya, walau ibunya berbicara dalam hati, tanpa suara.
Semuga kita temui kesempurnaanya nanti.






